PEMBUATAN ISO BUTYL ALDEHID
I.
Tujuan
Percobaan
Mahasiswa dapat
mengetahui proses pembuatan aldehid dengan cara oksidasi alcohol primer.
II.
Bahan
dan Alat yang di gunakan
Alat yang digunakan
·
Beker gelas 250 ml
·
Thermometer
·
Gelas ukur 100 ml
·
Labu leher dua 500 ml
·
Pengaduk
·
Erlenmeyer 100 ml
·
Peralatan destilasi lengkap
Bahan yang
digunakan
·
Iso Butyl Alkohol
·
Kristal Kalium bikromat
·
Asam sulfat pekat
·
Aquadest
·
Es
III.
Dasar
Teori
Aldehida adalah senyawa organik yang
mengandung-CHO radikal, di mana sebuah atom karbon membentuk ikatan rangkap
dengan atom oksigen dan juga terikat pada atom hidrogen dan kelompok lain
dilambangkan dengan R, yang bisa menjadi atom hidrogen kedua, sebuah kelompok
alkil, atau grup aril. Yang paling penting dan contoh-contoh sederhana adalah
metanal (formaldehida), HCOH, dan ethanal (asetaldehida), CH 3 CHO.
Gugus dapat dibuat dari oksidasi
alcohol. Alcohol primer bisa dioksidasi baik menjadi aldehid maupun asam
karboksilat tergantung pada kondisi-kondisi reaksi. Untuk pembentukan asam
karboksilat, alcohol pertama-tama dioksidasi menjadi sebuah aldehid yang
selanjutnya dioksidasi lebih lanjut menjadi asam.
Oksidasi parsial alkohol menjadi aldehid
Oksidasi alcohol akan menjadi sebuah
aldehid jika digunakan alcohol yang berlebih dan aldehid bisa dipisahkan
melalui distilasi sesaat setelah terbentuk. Alkohol berlebih berarti bahwa
tidak ada agen pengoksidasi yang cukup untuk melakukan tahap oksidasi kedua. Pemisahan
aldehid sesegera mungkin setelah terbentuk berarti bahwa tidak tinggal menunggu
untuk dioksidasi kembali.
Jika digunakan butanol sebagai
sebuah alcohol primer sederhana, maka akan dihasilkan aldehid butanal.
Persamaan lengkap untuk persamaan ini agak rumit, dan kita perlu memahami
tentang persamaan setengh reaksi untuk menyelesaikannya.
CH3CH2CH2CH2OH
+ Cr2O7-2 + 8H+à CH3CH2CH2COH
+ Cr3+ + 7 H2O
Dalam kimia organic, versi-versi
sederhana dari reaksi ini sering digunakan dengan berfokus pada apa yang terjadi
terhadap zat-zat organic yang terbentuk. Untuk melakukan ini, oksigen dari
sebuah agen oksidasi dinyatakan sebagai [O]. penulisan ini dapat menghasilkan
persamaan reaksi yang lebih sedehana :
CH3CH2CH2CH2OH
+ [O]à CH3CH2CH2COH + H2O
Penulisan ini juga dapat membantu
dalam mengingat apa yang terjadi selama reaksi berlangsung. Kita bisa membuat
sebuah struktur sederhana yang menunjukkan hubungan antara alcohol primer
dengan aldehid yangterbentuk.
Sifat fisik dan kimia Butyl aldehyd :
-
Cairan jernih
-
Titil leleh : -990C
-
Titik didih : 75 0C
-
SPGR : 0,803
-
Tidak larut dalam air
-
Titik nyala : -70C
Butyl
aldehid berfungsi sebagai bahan baku untuk membuat obat-obatan, agrokimia,
antioksidan, karet akselerator, pembantu tekstil, parfum dan rasa.
Butyraldehyde juga digunakan sebagai perantara dalam plastisizer manufaktur,
alkohol, pelarut dan polimer.
Sifat fisik dan kimia bahan baku
1. asam sulfat
Sifat
|
Keterangan
|
Massa molar
|
98,08 gr/mol
|
Penampilan
|
Cairan bening, tak berwarna, tak berbau
|
Densitas
|
1,84 gr/cm3, cair
|
Titik leleh
|
10o C, 283 K, 50o F
|
Titik didih
|
337o C, 610 k, 639o F
|
Kelarutan
|
Tercampur penuh dalam air
|
Keasaman
|
-3
|
Viskositas
|
26,7 cp (20o C)
|
Bahaya
|
Korosif sifatnya
|
2.
kristal Kalium bikromat
-
Wujud :
zat berkristal jingga kemerahan
-
Rumus molekul : K2Cr2O7
Titik leleh :
397 oC
-
Kelarutan dalam air : 5 g/100 mL pada 0 oC, dan 102
g/100 mL pada 100 oC
-
Massa molekul :
294,21 g/mol.
3.
Iso Butyl Alkohol
-
Wujud :
Colorless liquid
-
Titik didih : 107.89 °C, 381 K,
226 °F
IV.
Prosedur
Percobaan
a.
Memasukkan 26 ml butyl alcohol dalam sebuah labu leher
tiga yang berukuran 500 ml.
b.
Menyiapkan campuran dalam beaker gelas 16 gram K2Cr2O7
kristal, 85 ml aquadest dan 12 ml asam sulfat pekat (terlebih dahulu aquadest,
asam sulfat kemudian kalium bikromat kemudian mendinginkannya didalam wadah
es).
c.
Setelah dingin, mencampurkan larutan tersebut kedalam
labu leher tiga.
d.
Menyiapkan perlatan distilasi, kemudian melakukan
proses distilasi, menjaga suhu uap 75-800C.
e.
Menampung destilat yang keluar dalam Erlenmeyer yang
didinginkan dengan es. Menentukan volume dan beratnya.
f.
Menampung gas yang timbul pada distilat dalam air
melewati selang plastic
V. Data
Pengamatan
Tabel pengamatan 1.
Perlakuan percobaan
|
Keterangan
|
1) Air + H2SO4, dan didinginkan dengan es
|
Pada saat air
ditambah H2SO4, air yang tadinya tak berwarna, setelah
ditambah H2SO4 berubah menjadi merah bata dan mengeluarkan panas.
|
2) Air + H2SO4 + K2Cr2O7
|
Pada saat air + H2SO4 yang
mulanya berwarna merah bata berubah menjadi keorangean, serta tidak
mengeluarkan panas lagi.
|
3) Menambah C4H9OH
|
Pada saat ditambahkan larutan C4H9OH
larutan yang tadinya berwarna orange langsung berubah menjadi hijau
kehitaman.
|
4) Melakukan distilasi
|
Pada saat melakukan distilasi sampai pada suhu 100o
C. Distilat pertama jatuh pada suhu 80o C (pada temperaturuap) dan
85o C (pada temperatur liquid). Distilasi berwarna kuning keruh, sedangkan residu berwarna hitam
kehijauan.
·
berat isobutilaldehyd = 15.01 mg.
·
Indeks = 1.375
·
Density isobutilaldehyd teori = 0,8252 gr/ml
·
Berat isobutyl alkohol (butanol) = 21,06
gr, volume = 26 ml
·
Berat K2Cr2O7 = 16 gr, H2O = 85 ml
·
Volume H2SO4 = 12 ml
·
Berat isobutyl aldehyda = 14,454 gr
·
Warna campuran = hijau kehitaman
· Bau gas = berbau seperti alkohol.
|
Tabel
pengamatan distilasi.
Wakti
(menit)
|
Suhu
Cairan (0c)
|
Suhu
Uap (0c)
|
0
|
58
|
60
|
15
|
85
|
80
|
30
|
79
|
80
|
45
|
68
|
80
|
60
|
84
|
80
|
VI.
Perhitungan
Diketahui :
Berat isobutil alkohol : 26 ml x 0,81 gr/ml = 21,06 gr
Berat K2Cr2O7 : 16 gr
Volume H2SO4 : 12 ml
Berat isobutil aldehid : 18 ml x 0,803 gr/ml = 14,454 gr =
0,20075 ml
Warna campuran : hijau kehitaman
Bau gas : aroma pisang
Secara
Teori
a. Butil
alkohol (C4H9OH)
Diketahui : v C4H9OH = 26 ml
ρ C4H9OH = 0,81 gr/ml
BM C4H9OH = 74,12 gr/mol
Ditanya : mol...?
Jawab : massa =
v C4H9OH x ρ C4H9OH
= 26 ml x 0,81 gr/ml
= 21,06 gram
Mol =
massa / BM
= 21,05 gram / 74,12 gr/mol
= 0,284 mol
b. Asam
sulfat (H2SO4)
Diketahui : v H2SO4 = 12 ml
ρ H2SO4 = 1,84 gr/ml
BM H2SO4 = 98,08 gr/mol
Ditanya : mol...?
Jawab : massa =
v H2SO4 x ρ H2SO4
= 12 ml x 1,84 gr/ml
=
22,09 gr
Mol =
massa / BM
= 22,08 gr/ 98,08 gr/mol
=
0,2251 mol
Reaksi :
H2SO4 +
C4H9OH --> C3H7CHO + 2H2O + SO2
M :
0,2251 0,284 - - - mol
S : - 0,0589 0,2251 0,4502 0,2251
mol
Tabel Neraca Massa Secara Teori
Komponen
|
Input
|
Output
|
H2SO4
|
22,08
|
-
|
C4H9OH
|
21,06
|
4,366
|
C3H7CHO
|
-
|
16,25
|
H2O
|
-
|
8,1035
|
SO2
|
-
|
14,4064
|
Total
|
43,14
|
43,104
|
Secara Praktek
Volume isobutil aldehid
yang diperoleh = 19 ml
Diketahui : ρ C3H7CHO = 0,79 gr/ml
BM C3H7CHO = 72 gr/mol
Ditanya : mol...?
Jawab : massa = ρ C3H7CHO
x v C3H7CHO
=
0,79 gr/ml x 19 ml
=
15,01 gr
Mol = massa / BM
=
15.01 gr / 72,11 gr/mol
=
0.208 mol
Reaksi :
M :
0,2251 0,284 - - - mol
S
: 0,0171 0,076 0,208 0,416 0,208
mol
Tabel Neraca Massa Secara Praktek
Komponen
|
Input
|
Output
|
H2SO4
|
22,08
|
1,667
|
C4H9OH
|
21,05
|
5,633
|
C3H7CHO
|
-
|
14,98
|
H2O
|
-
|
7,488
|
SO2
|
-
|
13,312
|
Total
|
43,13
|
43,1
|
% yield (teori) =

=
x 100
= 77,1 %
=
x 100
= 71,2 %
% konversi (praktek) =
x 100
=
x 100
= 73,23 %
% kesalahan =
x 100
=
x 100
= 7,6 %
Tugas/
pertanyaan
a.
Tuliskan mekanisme reaksi dari percobaan
b.
Tuliskan sifat-sifat aldehid
c.
Berikan reaksi yang lain untuk proses
aldehid
d.
Selain kalium dikromat, pengoksidator
apalagi yang dapat digunakan?
Penyelesaian
:
a.
H2SO4
+ K2Cr2O7
H2CrO4 K2SO4
O2
b.
Sifat-sifat aldehid yaitu :
·
Aldehyd
mempunyai titik didih yang lebih tinggi dari pada alkana yang sederajat, tetapi lebih rendah dari pada alkohol yang sesuai, hal ini
karena aldehyd tidak memiliki ikatan hidrogen.
·
Pada suhu kamar
berupa gas (seperti metanal) dan pada suku yang lebih tinggi berwujud cair dan
padat.
·
Semakin panjang
rantai atom karbon, maka semakin sedap baunya (seperti metanal)
·
Sangat mudah
larut dalam air (seperti metanal atau formaldehid, asetaldehid atau etanal).
c.
Reaksi lain
pembuatan aldehid dengan bahan alkohol primer
:


d. Asam
kromat (H2Cr2O7),
VII.Analisis
Percobaan
Dari hasil
percobaan dapat dianalisa bahwa butyl aldehid adalah suatu reaksi yang
dihasilkan dari oksidasi parsial alcohol primer. Sebagai agen pengoksidasi
digunakan K2Cr2O7 dan Asam sulfat pada
percobaan ini digunakan sebagai katalis. Atom Kalium pada kalium bikromat akan
mengikat SO4 pada asam sulfat dan atom hydrogen asam sulfat akan
mengikat Cr2O4 pada Kalium Bikromat. Pada reaksi ini, ada
sejumlah 0,163 mol 3 atom O terlepas. dan atom O yang terlepas ini akan
mengoksidasi butanol. Proses oksidasi mulai terjadi ketika larutan kalium
bikromat + asam sulfat yang mula-berwarna orange berubah warna menjadi hijau
tua saat butanol ditambahkan
Untuk
mendapatkan Butyl aldehid yang murni dilakukan proses pemisahan dengan metode
distilasi. Tetesan pertama pada proses distilasi ini menetes pada pemanasan 15
menit pertama dengan bottom temperature 800C. Tetesan pertama ini
menetes dengan suhu bottom mendekati titik didih air (produk samping) yaitu 1000C
dari pada titik didih normal butyl aldehid yaitu 75,70C sehingga
dapat dianalisa bahwa butyl aldehid yang didapat pada praktek ini kurang murni
karena masih terkandung air. Setelah proses distilasi 1,5 jam proses distilasi
dihentikan karena tidak ada lagi cairan yang menetes pada distilat. Distilat
(butyl aldehid) yang didapat sebanyak 14,454 gram dalam fase cair.
Pada
percobaan ini didapat persen konversi produk adalah sebanyak 73,23 % dan persen
yield teori adalah 77,1 % sedangkan persen yield secara praktek adalah 71,2 %. Dianalisa
bahwa oksigen yang terbentuk dari reaksi pertama memang segitu dan semuanya
teroksidasi sempurna. Kesalahan ini berhubungan dengan bahan yang dipakai yaitu
asam sulfat dan kalium bikromat
VIII.
Kesimpulan
Dari hasil
percobaan dapat disimpulkan bahwa :
·
Butyl Aldehid dapat dihasilkan pengoksidasian parsial
dari butanol
·
Produk yang didapat sebanyak 15,01 ml
·
% konversi dan % yield secara praktek yang didapat
pada percobaan ini adalah masing-masing 73.23% dan 71,2 %
IX. Gambar
alat
Seperangkat alat Distilasi
DAFTAR PUSTAKA
·
m.jaksen.2010.pratikum satuan proses
2.polsri:Palembang
LAPORAN TETAP
Pembuatan Iso Butyl Aldehid
Oleh
Kelompok 2
Andina Berlian Ikhwani
Berta Dwiani Atma
Dian Eka Swara
Fenny Anggri
Kania Riski Dwi Arini
Mariyah
Mona Reininta Yurizan
Berta Dwiani Atma
Dian Eka Swara
Fenny Anggri
Kania Riski Dwi Arini
Mariyah
Mona Reininta Yurizan
Jurusan Teknik Kimia
Politeknik
Negeri Sriwijaya
Tahun
Akademik 2014